Kamis, 17 Maret 2011

ular sanca kembang


Sanca kembang adalah sejenis ular tak berbisa yang berukuran besar. Ukuran terbesarnya dikatakan dapat melebihi 10 meter dengan brat 158 kg. Lebih panjang dari anakonda (Eunectes), ular terbesar dan terpanjang di Amerika Selatan. Nama-nama lainnya adalah ular sanca; ular sawah; sawah-n-etem (Simeulue); ular petola (Ambon); dan dalam bahasa Inggris reticulated python atau kerap disingkat retics.

Identifikasi
Sanca kembang ini mudah dikenali karena umumnya bertubuh besar. Keluarga sanca (Pythonidae) relatif mudah dibedakan dari ular-ular lain dengan melihat sisik-sisik dorsalnya yang lebih dari 45 deret, dan sisik-sisik ventralnya yang lebih sempit dari lebar sisi bawah tubuhnya. Di Indonesia barat, ada lima spesiesnya: tiga spesies bertubuh gendut pendek yakni kelompok ular peraca (Python curtus group: P. curtus, P. brongersmai dan P. breitensteini) di Sumatra, Kalimantan dan Semenanjung Malaya.
 
anaconda hijau
Anaconda Hijau (Eunectes Murinus) masih termasuk keluarga Boa. Ular Amerika Selatan ini termasuk ular terbesar di dunia. Sepupunya, Phyton, mempunyai tubuh yang sangat panjang tapi dengan tubuh besarnya, anaconda hijau, nampak 2 kali lebih besar.


Anaconda Hijau dapat tumbuh lebih dari 29 feet atau 8,8 meter dengan berat lebih dari 550 pon atau 227 kg dan diameter kurang lebih 12 inci atau 30 cm. Diantara kerabat anaconda, anaconda hijau lah yang paling besar. Ukuran tubuh betinanya lebih besar daripada yang jantan. Anaconda hidup di rawa-rawa, air yang arusnya lemah, Kebanyakan ditemukan di lembah sungai Amazon dan Orinoco.


ular pyton



BALIKPAPAN--Ular sawah alias Python reticulatus besar dengan bobot lebih dari 300 kilogram  dengan panjang  lebih dari enam belas koma tujuh meter, ditangkap  warga Jln Soekarno Hatta Km 11 RT 10, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, Senin (24/1) siang kemarin.

Hewan melata  yang ditemukan kemarin itu, bisa disebut memecahkan rekor  temuan ular sawah di Balikpapan, karena  beberapa kali ditemukan, panjang dan bobot  ular sawah paling panjang sekitar 4 meter lebih.

Ular  tersebut berhasil ditangkap seusai memangsa  anjing milik warga. Dan untuk menemukan ular tadi, warga harus menggali tanah sedalam 2 meter, tempat ular tersebut bersarang.


ular titanoboa 



ULAR boa super besar disebut Titanoboa pernah hidup jutaan tahun lalu. Ular berukuran hingga 14 meter denagn berat 1 ton itu sangat senang makan termasuk buaya juga reptil kuno lainnya. Ilmuwan menemukan fosil buaya kuno berumur 60 juta tahun di utara Kolombia Amerika Selatan yang resmi menjadi spesies baru.

Situs tempat ditemukannya kerangka tersebut adalah tambang batubara terbesar di dunia yang ternyata juga mengandung tulang-tulang raksasa yakni seekor Titanoboa, ular raksasa yang panjangnya bisa mencapai hingga 14 meter. Crocodyliforms adalah reptil yang telah punah dan menjadi penghubung antara buaya bermulut panjang dan yang memiliki moncong lebar. “Kami sedang memulai mengeluarkan sisa-sisa kehidupan hewan yang pernah ada di sini,” ujar Alex Hastings dari Museum Sejarah Nasional Florida. Tulang dan spesimen lainnya yang digunakan dalam studi menunjukkan penemuan spesies terbaru yang dinamakan Cerrejonisuchus Improcerus yang dapat tumbuh hingga 6 sampai 7 kaki (sekitar 2 meter) membuatnya sangat mudah untuk dimangsa Titanoboa. “Sangat jelas fosil tersebut adalah bagian dari rantai makanan, keduanya sebagai pemangsa dan korban,” ujar Ahli Paleontologi Museum Florida Jonathan Bloch. “Ular raksasa pada saat itu diketahui memakan crocodylians dan tidak sedikit yang mengatakan bahwa Cerrejonisuchus Improcerus juga menjadi santapan sehari-hari Titanoboa. Fosil keduanya seringkali ditemukan berdampingan satu sama lain,” tambah Bloch. Pada zaman ini pun Anaconda didokumentasikan seringkali memangsa Caiman yakni reptil yang berada dalam satu keluarga yang sama dengan buaya berparuh panjang di Amazon. Penemuan spesies terbaru buaya ini adalah yang terkecil dalam ranah Dyrosauride, sebuah bentuk keluarga buaya. Dyrosaurids dapat tumbuh hingga 18 kaki dan memiliki kebiasaan memakan ikan. Kontras dengan keadaan spesies buaya yang ada saat ini yang memangsa katak, kadal, ular kecil bahkan mamalia selain ikan. 


ular boa hitam

Berita heboh, baru baru ini ada Penampakan Ular Raksasa di Kutai Barat yang kabarnya Penampakan Ular Raksasa di Kutai Barat ini merupakan Naga raksasa sebesar drum atau berdiameter sekitar 60 sentimeter dengan panjang sekitar 40 meter Berikut ini cerita selengkapnya. Masyarakat Kutai Barat (Kubar), khususnya warga Mahakam Ulu, digemparkan kemunculan sepasang ular raksasa sebesar drum atau berdiameter sekitar 60 sentimeter dengan panjang sekitar 40 meter. Ular raksasa itu terlihat meliuk di permukaan air di Riam Haloq, Kampung Long Tuyoq, Kecamatan Long Pahangai.
Ular raksasa yang melintas di sungai itu diyakini masyarakat Suku Dayak sebagai naga. Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun, sebenarnya peristiwa kemunculan naga terjadi Jumat (29/1/2010).
Saat itu sebuah longboat berangkat dari Long Bagun menuju Long Pahangai. Longboat tiba siang hari di Kampung Long Tuyuq, hulunya Riam Haloq. Saat itulah motoris dan penumpang longboat melihat sepasang ular raksasa melintas di permukaan Sungai Mahakam dari arah berlawanan.
Begitu mengetahui sepasang naga lewat, motoris langsung menepikan longboat ke tepi sungai karena khawatir menjadi korban. “Ternyata kedua naga itu berjalan terus dan tidak merasa terganggu dengan kehadiran longboat,” tutur Dodik, yang mendengar cerita dari keluarganya di Mahakam Ulu.
Setelah itu, motoris dan beberapa penumpang langsung mengambil gambar menggunakan ponsel berkamera karena menganggap itu sebuah momen langka. Di wilayah Kubar sendiri foto ular raksasa itu telah tersebar dan masyarakat menjadi heboh.
Menurut seorang warga Kampung Lutan, Kecamatan Long Hubung, sebenarnya ada dua naga yang terlihat. Satu naga diyakini berjenis jantan karena di kepalanya ada dua tanduk dan naga betina karena tidak ada tanduknya. Kedua binatang itu memiliki empat kaki, warna kulit hitam dengan panjang sekitar 40 meter dan diameter tubuh sekitar 60 sentimete

Reaksi:
Posted by Arif Purnama On 09.09.00 No comments

0 komentar:

Posting Komentar

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube