Senin, 14 Maret 2011

Dalam bumi ini, seluruh makhluk hidup memiliki cara hidup yang berbeda-beda. Ada yang soliter (individu) atau berkoloni. Pada ikan juga berlaku hal demikian. Keuntungan dari hidup berkoloni ini adalah menghindari si ikan tersebut dari serangan pemangsanya dan sekaligus pula menguntungkan bagi pemangsa yang berkoloni dalam mendapatkan mangsanya. Berikut ini kami sajikan beberapa ikan yang memiliki koloni terbanyak

1.
Ikan sarden
Sarden merupakan ikan laut kecil yang terdiri dari beberapa spesies dari famili Clupeidae. Ikan ini mampu bertahan hingga kedalaman lebih dari 1.000 meter. Ikan ini cocok digunakan sebagai makanan dihidangkan dengan saus cabe atau saus tomat. Beberapa spesies mackerel yang lebih besar, seperti mackerel sirip biru (bluefin mackerel), dapat menaikkan suhu darahnya di atas suhu air dengan aktivitas ototnya. Hal ini menyebabkan mereka dapat hidup di air yang lebih dingin dan dapat bertahan dalam kondisi yang beragam. Sarden adalah ikan yang memiliki nilai komersial sedang.

2. Ikan cakalang




Cakalang (Katsuwonus pelamis) adalah ikan berukuran sedang dari familia Scombridae (tuna). Satu-satunya spesies dari genus Katsuwonus. Cakalang terbesar, panjang tubuhnya bisa mencapai 1 m dengan berat lebih dari 18 kg. Cakalang yang banyak tertangkap berukuran panjang sekitar 50 cm. Nama-nama lainnya di antaranya cakalan, cakang, kausa, kambojo, karamojo, turingan, dan ada pula yang menyebutnya tongkol. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai skipjack tuna.

3. Ikan piranha






Piranha adalah ikan air tawar omnivora yang hidup di sungai-sungai di Amerika Selatan. Di sungai-sungai Venezuela, mereka disebut caribes. Mereka terkenal dengan gigi tajam dan pemakan daging.








4. Ikan tuna


Tuna adalah ikan laut yang terdiri dari beberapa spesies dari famili Scombridae, terutama genus Thunnus. Ikan ini adalah perenang handal (pernah diukur mencapai 77 km/jam). Tidak seperti kebanyakan ikan yang memiliki daging berwarna putih, daging tuna berwarna merah muda sampai merah tua. Hal ini karena otot tuna lebih banyak mengandung myoglobin dari pada ikan lainnya. Beberapa spesies tuna yang lebih besar, seperti tuna sirip biru (Thunnus thynnus), dapat menaikkan suhu darahnya di atas suhu air dengan aktivitas ototnya. Hal ini menyebabkan mereka dapat hidup di air yang lebih dingin dan dapat bertahan dalam kondisi yang beragam. Kebanyakan bertubuh besar, tuna adalah ikan yang memiliki nilai komersial tinggi.

5. Ikan teri

Ikan teri atau ikan bilis adalah sekelompok ikan laut kecil anggota keluarga Engraulidae. Nama ini mencakup berbagai ikan dengan warna tubuh perak kehijauan atau kebiruan.. Ada sekitar 140 spesies dalam 16 genera, ditemukan di Samudra Atlantik, Hindia, dan Pasifik. Ikan teri biasanya digolongkan sebagai ikan berminyak.
Walaupun anggota Engraulidaei ada yang memiliki panjang maksimum 23 cm, nama ikan teri biasanya diberikan bagi ikan dengan panjang maksimum 5 cm. Moncongnya tumpul dengan gigi yang kecil dan tajam pada kedua-dua rahangnya. Mangsa utama ikan teri ialah plankton.

ikan selar
Informasi Spesies:
Jenis: Vertebrata (ikan)
Golongan: Hewan air
Nama ilmiah: caranx melamphygus
Image:
selar.jpg
Nama asing: Black-tipped Travelly
Nama lokal: selar
Family: carangidae
Ordo: percomorphi
Class: piscess
Morfologi:
menurut Djuhanda, 1981 ikan selar masuk dalam family carangidae dengan nama ilmiah caranx melamphygus Morfologi dari ikan tersebut adalah: 1.Garis rusuk berkelopak tebal 2.Bentuk tuuhnya pipih (lateral compressed) 3.Tidak ada sirip kecil dibelakang sirip punggung kedua dan sirip dubur 4.Jari-jari sirip punggung keras, jumlah 7-8 5.Warna sisik tubuh bagian atasnya hijau-kebiruan, bagian bawah berwarna perak, 6.Bagian atas tulang pipi terdapat titik hitam 7.Sirip ekornya berbentuk cagak dengan ujung yang berwarna hitam. Sirip yang lain berwarna hijau muda 8.Gigi pada kedua rahang, langit-langit tulang mata bajak dan biasanya juga pada lidah 9.Gigi pada rahang atas bertumpuk (tidak berbaris) 10.Dada seluruhnya bersisik 11.Memiliki 2 sirip punggung yang berbeda 12.Sirip dada sejajar dengan sirip perut 13.Tulang saringan insang biasa dan sedang panjangnya 14.Kelopak tebal 15.Gurat sisi sempurna, pada bagian depan melengkung ke atas, pada bagian belakang melurus sampai pada ujung ekor 16.Kelopak tebal
Biologi: Kematangan organ sexual ikan selar dipengaruhi oleh ukuran tubuhnya. Usia matang ikan selar ketika panjangnya mencapai 22 cm. dan memijah antara bulan oktober- November. Selar muda biasa hidup berkelompok di sekitar karang. Dan ketika mereka dewasa cenderung menyendiri. Makanannya biasanya adalah ikan kecil dan crustacea. Dan anak selar biasa memakan fitoplankton atau larva ikan lain (Bal,1990).
Ekologi: Ikan Selar hidup diperairan karang, terumbu karang, membentuk gerombolan kecil. Persebarannya berada di perairan karang seluruh Indonesia. Teluk Benggala, teluk siam, sepanjang laut cina selatan, philipinna, dan keselatan sampai laut tropis Australia. Daerah persebaran lainnya di perairan dunia yaitu di Indo-Pasifik dari Afrika Timur ke Amerika, ujung Baja dan mulut Teluk California; Kosta Rika ke Ekuador dan pulau-pulau lepas pantai. Ikan ini hidup di perairan tropis berkisar 30 ° N - 35 ° S dan sub tropis. Berasosiasi dengan karang; payau, laut; kisaran kedalaman 0-190 m (Genisa, 1999).
Ukuran: Selar memiliki ukuran minimal 20 cm, dan yang umum atau ukuran konsumsinya adalah sekitar 30-60 cm, dan ikan selar memiliki ukuran maksimum hingga 75 cm. kematangan sexnya dipengaruhi oleh ukuran tubuhnya juga yaitu ketika ukurannya sudah mencapai 22 cm. Berat ikan selar adalah sekitar 10,8 kg. dan maksimalnya bisa mencapai 43,5 kg

ikan layang
Ikan layang (Decapterus spp) merupakan salah satu komunitas perikanan pelagis kecil yang penting di Indonesia. Ikan yang tergolong suku Carangidae ini bisa hidup bergerombol . Ukurannya sekitar 15 centimeter meskipun ada pula yang bisa mencapai 25 centimeter . Ciri khas yang sering dijumpai pada ikan layang ialah terdapatnya sirip kecil ( finlet) di belakang sirip punggung dan sirip dubur dan terdapat sisik berlinginyang tebal (lateral scute) pada bagian garis sisi (lateral line) (Nontji,2002)
 
Diskripsi ikan layang biasa (Decapterus russelli), badan memanjang, agak gepeng. Dua sirip punggung.Sirip punggung pertama berjari-jari keras 9 (1 meniarap + 8 biasa), sirip punggung kedua berjari – jari keras 1 dan 30 – 32 lemah. Sirip dubur berjari-jari keras 2 (lepas) dan 1 bergabung dengan 22 – 27 jari sirip lemah. Baik di belakang sirip punggung kedua dan dubur terdapat 1 jari-jari sirip tambahan ( finlet ) termasuk pemakan plankton, diatomae, chaetognatha, copepoda, udangudangan larva-larva ikan,juga telur-telur ikan teri (Stolephorus sp,). Hidup di perairan lepas pantai, kadar garam tinggi membentuk gerombolan besar. Dapat mencapai panjang 30 Cm, umumnya 20 – 25 cm. Warna: biru kehijauan, hijau pupus bagian atas, putih perak bagian bawah. Sirip siripnya abu-abu kekuningan atau kuning pucat.Satu totol hitam terdapat pada tepian atas penutup insang (Ditjen Perikanan,1998)

Sedangkan diskripsi Ikan Layang Deles (Decapterus macrosoma) badan memanjang seperti cerutu. Bentuk badan sepintas seperti tongkol ,Sirip punggung pertama berjari keras 8 ,sirip punggung kedua berjari-jari keras 1 dan 32 – 35 lemah. Sirip dubur teridiri 2 jari-jari keras (lepas), 1 jari-jari keras bergandeng dengan 26 – 30 jari lemah.Dibelakang sirip punggung kedua dan dubur terdapat 1 jari-jari sirip tambahan.Terdapat 25 – 30 sisik duri pada garis sisinya. Dapat mencapai panjang 40 cm, umumnya 25 cm. Warna : biru kehijauan bagian atas, putih perak bagian bawah.Sirip siripnya kuning pucat atau kuning kotor.Suatu totol hitam terdapat pada bagian atas penutup insang dan pangkal sirip dada (Ditjen Perikanan,1998)
(195 mm TL)


Menurut klasifikasi Bleker dalam Saanin (1968) sistematika ikan layang adalah sebagai berikut :

Phyllum           : Chordata
Kelas              : Pisces
Sub kelas        : Teleostei
Ordo                : Percomorphi
Divisi              : Perciformes
Sub divisi        : Carangi
Familia            : Carangidae
Genus                         : Decapterus
Spesies           : 1. Decaptersus russelli (Rupell,1982)
  2. Decapterus macrosoma (Bleker,1851
Reaksi:
Posted by Arif Purnama On 08.34.00 No comments

0 komentar:

Posting Komentar

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube