Minggu, 23 Oktober 2011

Flashdisk kini tidak semahal dulu, tapi media transfer data yang kecil ini sangatlah berharga bagi kita semua. Coba bayangkan jika flashdisk sebesar disket dahulu? bagaimana dengan data-data anda? apakah bisa se-mini mungkin dibawa kesana kemari?
Banyak yang bertanya, Bagaimana Tips Merawat Flashdisk dan Lebih Aman Dari Virus?. seperti yang kita ketahui, banyak virus yang sekarang menyerang melalui flashdisk, seperti virus Autorun (Baca : Cara Membasmi Virus Autorun) dan virus Shortcut (Baca : Cara Membasmi Virus Shortcut) yang banyak sekali menyebar di indonesia. lalu bagaimana Tips Merawat Flashdiskdan Lebih Aman Dari Virus?
Berikut ini adalah beberapa tips penting seputar penjagaan dan perawatan dasar usb flash disk :
  1. Jangan dijatuhkan atau dipukul-pukul dengan benda keras agar komponen di dalamnya tidak rusak.
  2. Hindari suhu panas termasuk terkena sinar matahari langsung serta suhu dingin yang terlalu dingin agar komponen tidak rusak.
  3. Jangan dicemplungkan ke dalam air kecuali yakin benar-benar anti air dengan garansi penuh.
  4. Hindari medan magnet tinggi seperti speaker, dinamo, dan lain-lain agar media penyimpanan tidak terganggu.
  5. Simpanlah flahs disk usb kita di tempat yang benar agar kita tidak lupa menaruhnya akibat ukuran flash disk yang kecil. Simpan di tempat yang bersih dan tertutup dengan baik agar komponen tidak kotor.
  6. Selalu buat copy data cadangan atau backup data di komputer atau laptop kita yang dilindungi anti virus atau media lain seperti cd dan dvd agar jika data hilang kita tidak panik dan stress.
  7. Setelah kita gunakan di komputer lain lakukan pemindaian atau scan dengan antivirus yang terbaru dan terupdate rutin agar aman dari virus yang ikutan mendompleng usb flash drive bisa diberantas.
  8. Jangan langsung mencabut usb flashdisk ketika selesai digunakan agar tidak rusak datanya. Gunakan metode eject atau stop untuk mematikannya terlebih dulu sebelum kita cabut.
  9. Normalnya usb flash disk dapat digunakan sebanyak ribuan atau jutaan kali diisi dan dihapus data. Setelah itu flashdisk akan lemah, mati atau rusak. Sebaiknya tidak bekerja atau mengedit pada file yang ada di flash disk. Kopi dulu ke hard disk drive lalu edit, dan setelah selesai kopi kembali file yang sudah diedit ke dalam flah disk.
  10. Pilih merek produk flashdisk yang garansi dan purna jual bagus kalau perlu ltw singkatan dari life time warranty. Simpan bon pembelian dengan baik untuk klaim penggantian baru atau perbaikan bila rusak.
  11. Jangan terlalu sering format flash disk karena dapat rusak dan mengurangi jumlah batasan hapus tulis. Jika melakukan manage flash disk pilihlah cluster terbesar agar kerja flashdisk tidak berat.
  12. Jika ada waktu defrag flash disk anda agar struktur data di dalam flash disk bisa diatur agar kinerja flashdisk kita lebih optimal.
Cara Menjaga Flashdisk Dari Virus
Selanjutnya saya menjelaskan bagaimana caranya agar flashdisk kita tidak terkena virus dengan cara menggunakan software, tampilannya bisa dilihat melalui gambar dibawah ini :
Software tersebut mengamankan data kita dari virus terutama virus yang sering menginfeksi autorun.
Flash Disk Lock adalah sebuah aplikasi untuk menyembunyikan data yg ada didalam Flash Disk dan sekaligus mengunci akses ke dalam Flash Disk. Untuk dapat akses ke Flash Disk diperlukan password. Flash Disk Lock ini berfungsi juga untuk menghindari virus yang memanfaatkan fungsi autorun dan juga sebagai pencegahan dini terhadap virus karena disediakan fungsi Scan untuk File Asing atau Virus yang bersembunyi didalam Root Direktori Flash Disk. Extensi File yang dideteksi adalah EXE, VBS, SCR, INF, INI, HTT, BAT, COM, PIF.
System Operasi Yang Diperlukan supaya aplikasi Flash Disk Lock ini bisa berjalan dengan baik adalah Windows 2000 atau windows XP. Untuk System Flash Disk Lock diperlukan +/- 500 Kb Free Space di Flash Disk. Flash Disk Lock ini hanya untuk digunakandi USB Flash Disk.TIDAK KOMPATIBEL untuk USB MP3 Player.
Itulah kegunaan aplikasi Flash Disk Lock ini, yaitu untuk pencegahan dini terhadap Virus. Namun demikian saya tidak menjamin 100% aman…karena perkembangan virus terus berubah dan semakin mencari kelemahan korbannya.
Jangan lupa untuk mengunci Flash Disk jika akan mencabutnya dari komputer, karena untuk pencegahan jika akan menancapkan kembali ke komputer, Flash dalam keadaan terkunci sehingga data anda aman dari virus yang menginfeksi Flash Disk saat di tancapkan dikomputer. Dan Jangan lupa untuk klik tombol Scan untuk mendeteksi virus yang bersarang di Flash Disk. Jika tidak terdapat virus atau File asing, baru data anda aman untuk dibuka.

Silahkan DOWNLOAD softwarenya :


Posted by Arif Purnama On 11.59.00 No comments READ FULL POST
Mungkin anda tidak ingin kecolongan file dikarenakan adanya kegiatan cut/copy-paste yang dilakukan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab tanpa sepengetahuan anda? Nah, semoga  tips ini bisa sedikit bermanfaat  dan membantu anda untuk memproteksi komputer agar tidak bisa melakukan cut/copy-paste ke removable diskseperti Flashdisk.
Berikut ini langkah-langkahnya:
1. Masuk ke menu Run ( tekan tombol Windows+R dari keyboard) kemudian ketikRegedit.
2. Kemudian masuk keHKEY_LOCALMACHINESYSTEMCurrentControlSetControl
3. Klik kanan pada folder Control lalu pilih New–>Key
4. Beri nama folder tersebut dengan nama “StorageDevicePolicies”
5. Lalu klik kanan folder yang bernama “StorageDevicePolicies” lalu pilih New–>Dword selanjutnya
6. Beri nama “WriteProtect”
7. Klik 2x Dword dengan nama “WriteProtect” tersebut, lalu ganti Value Datamenjadi 1
8. Restart komputer.
Setelah komputer anda di hidupkan kembali, maka setiap orang yang melakukan cut/copy-paste file dari komputer ke Flashdisk, komputer anda akan menolaknya dan menampilkan pesan error seperti ini
Copy ProtectedDengan begitu anda tidak akan kecolongan file lagi dan orang lain tidak akan bisa mengambil file dari komputer tanpa sepengetahuan anda, kecuali orang tersebut mengetahui cara untuk meng-edit registri dan meng-enable-kan lagi. :D
Untuk mengembalikan ke pengaturan semula, agar komputer bisa kembali melakukan cut/copy-paste file ke Flashdisk, caranya cukup mudah yaitu :
Masuk ke Registri Editor (langkah nya seperti no.1) kemudian ganti Value Datadari key “WriteProtect” menjadi 0
Posted by Arif Purnama On 11.25.00 No comments READ FULL POST

MENGGUNAKAN SOFTWARE PACKET TRACER 5.0

Jun 25th, 2009 by Hendra Nuryuliansyah | 16
Sudah dibaca: 3961
Pada contoh kasus ini terdapat empat sub-network yang harus dihubungkan. Jadi setiap router terhubung dengan dua network yang berbeda. Dengan demikian pada contoh kasus ini membutuhkan 3 router. Berikut ini merupakan skema dari jaringan yang akan dibangun.
Gambar 1 Menggunakan 3 router dalam 4 network
Gambar 2 Skema yang dibangun di atas software Packet Tracer 5.0
Langkah Kerja
  1. Jalankan Packet Tracer 5.0, buat logical network baru dengan mengklik menu File > New atau Ctrl+N
  2. Pilih icon yang bergambar Router seperti gambar di bawah ini:




  3. Drag & Drop komponen yang dibutuhkan. Komponen tersebut antara lain 4 unit End Device (PC), 2 unit Switch, 2 unit Hub, dan 3 unit Router (Router 1, Router2 dan Router 3).


  4. Hubungkan masing-masing komponen tersebut dengan menggunakan koneksi kabel Copper Straight-through, sehingga skema jaringan akan tampak seperti Gambar 2


  5. Setelah itu, kita akan memulai mengkonfigurasi masing-masing komponen, yaitu PCs dan Routers. Sedangkan Switch dan Hub tidak perlu dikonfigurasikan karena dalam hal ini hanya berfungsi sekedar penghubung PCs dan Router saja.


  6. Cara konfigurasi PCs :
    • Klik pada PC0 sehingga akan tampak gambar dibawah ini:


  7. Konfigurasi PC
    Konfigurasi PC
    Pilih IP Configuration, maka akan tampak gambar seperti di bawah ini:
    Pada Radio Button pilihlah Static, lalu isikan IP Address. Pada contoh ini saya memasukan IP Address untuk PC0 dengan:
    IP Address: 192.168.18.2
    Netmask: 255.255.255.0
    Default Gateway: 192.168.18.1
    IP Address untuk PC 1:
    IP Address: 192.168.20.2
    Netmask: 255.255.255.0
    Default Gateway: 192.168.20.1
    IP Address untuk PC 2:
    IP Address: 192.168.30.2
    Netmask: 255.255.255.0
    Default Gateway: 192.168.30.1
    IP Address untuk PC 3:
    IP Address: 192.168.40.2
    Netmask: 255.255.255.0
    Default Gateway: 192.168.40.1
    Kita tentukan bahwa setiap network mempunyai default gateway seperti gambar dibawah ini:
  8. Konfigurasi Routing Table :
    • Klik pada Router sehingga akan tampak gambar seperti dibawah ini:



  9. Pilihlah FastEthernet0/0, maka akan tampak gambar seperti dibawah ini:
    Pilihlah FastEthernet0/0, maka akan tampak gambar seperti dibawah ini:
    Masukkan IP Address ke Router 1 pada FastEthernet0/0:
    IP Address: 192.168.18.1
    Netmask: 255.255.255.0
    Masukkan IP Address ke Router 1 pada FastEthernet1/0:
    IP Address: 192.168.20.1
    Netmask: 255.255.255.0
    Jangan lupa untuk menyalahkan Port Status dengan menceklisnya dalam posisi ON.
    Masukkan IP Address ke Router 2 pada FastEthernet0/0:
    IP Address: 192.168.20.254
    Netmask: 255.255.255.0
    Masukkan IP Address ke Router 2 pada FastEthenet1/0:
    IP Address: 192.168.30.254
    Netmask: 255.255.255.0
    Jangan lupa untuk menyalahkan Port Status dengan menceklisnya dalam posisi ON.
    Masukkan IP Address ke Router 3 pada FastEthernet0/0:
    IP Address: 192.168.30.1
    Netmask: 255.255.255.0
    Masukkan IP Address ke Router 3 pada FastEthernet1/0:
    IP Address: 192.168.40.1
    Netmask: 255.255.255.0
    Jangan lupa untuk menyalahkan Port Status dengan menceklisnya dalam posisi ON.
    Pada Router 1 kita akan memasukkan IP pada Routing Table, karena Network A akan melakukan proses ping ke Network C dan Network D, maka dari itu kita akan membuat Routing Table yang menghubungkan Network A ke Network C dan Network D, sehingga kita dapat Routing Table seperti gambar table yang ada di atas Routing Table pada router 1.
    Begitu juga seterusnya pada Router 2 dan Router 3.
    Cara memasukkan Routing Table pada Router 1 dengan cara di bawah ini:
    Pilihlah static, lalu masukkan sesuai dengan Routing Table yang kita buat di atas. Pada contoh ini saya memasukkanRouting Table pada router 1.
    Network: 192.168.40.0
    Netmask: 255.255.255.0
    Next Hop: 192.168.30.1
    Proses selanjutnya masukkan seluruh Routing Table yang kita buat di atas ke dalam setiap Router 2 dan Router 3.
Selanjutnya lakukan Ping dari PC0 ke PC3 (IP 192.168.40.2) dengan cara :
Klik PC0 Lalu pilih Command Prompt:
PC>ping 192.168.40.2
Reply from 192.168.40.2: bytes=32 time=170ms TTL=125
Reply from 192.168.40.2: bytes=32 time=171ms TTL=125
Reply from 192.168.40.2: bytes=32 time=149ms TTL=125
Ping statistics for 192.168.40.2
Packets: Sent = 4, Received = 3, Los = 1 (25% loss), Approximate round trip times in milli-seconds: Minimum = 149ms, Maximum = 171ms, Average = 163ms
PC>
Jika tampil seperti di atas bahwa antar Netwiork bisa saling terhubung
Kesimpulan:
Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa keempat PC dalam 4 Network A, Network B, Network C dan Network D yang saling berbeda jaringannya dapat terhubung dengan menggunakan mekanisme Static Routing.
Posted by Arif Purnama On 10.26.00 No comments READ FULL POST
Install ulang sistem operasi barangkali sering dilakukan oleh banyak pengguna komputer. Ketika komputernya dirasa sudah “lemot” karena banyaknya hal-hal yang tidak penting, install ulang bisa jadi penyegaran.
Instalasi sistem operasi memakan waktu yang tidak sebentar. Yah, siapkanlah waktu 30 menit – 1 jam. Lamanya instalasi tergantung perangkat keras (baca: prosesor, memori, dan harddisk) yang dipakai.
Sebetulnya instalasi ulang sistem operasi tidak selalu harus berjalan begitu lama. Dengan melakukan kloning terhadap harddisk, kita tidak perlu melalui proses instalasi yang panjang. ita cuma perlu menyalin dari hasil kloning dan PC pun bersistem operasi lagi. Supaya hasil kloning berupa sistem operasi yang masih segar, lakukan kloning sesaat setelah Anda selesai meng-install sistem operasi dan berbagai driver. Program-program lain sebaiknya belum di-install.
Inti dari kloning harddisk adalah menyalin isi seluruh harddisk ke media lain – bisa ke harddisk lain, CD, DVD, atau harddisk eksternal. Dengan melakukan kloning, Anda akan mendapatkan isi CD-R sama persis dengan isi harddisk.
Kita butuh beberapa parangkat untuk melakukan kloning. Pertama adalah software untuk kloning. Salah satu yang bisa gunakan adalah Norton Ghost dari Symantec. Kita juga butuh CD-writer, CD start-up, dan 2 disket floppy 1, 44 MB.
Simpan ke CD
Karena kita akan melakukan kloning terhadap sistem operasi, drive yang berisi sistem operasi yang akan dikloning – biasanya drive C. Tapi, bisa saja kan sistem operasi ada di drive lain, misalnya karena ada lebih dari satu sistem operasi dalam PC.
Pada tutorial ini, PCplus akan melakukan kloning terhadap drive C yang berisi sistem operasi Windows dengan ukuran partisi sebesar 400 MB.
Tanpa ba bi bu lagi, mari langsung mulai.
1. Jalankan Norton Ghost dengan mengklik [Start] > [Program] > [Norton Ghost] > [Norton Ghost].
2. Anda akan menjumpai tampilan Ghost Basic. Pilih opsi pertama, yaitu [Backup].
3. Klik [Next].
4. Dalam opsi Source pilih pilih drive C. Dalam opsi Destination pilih [Recordable CD or DVD]. Setelah itu, klik [Next] > [OK].
5. Tekan tombol [Next], [Next] lagi, [Next] sekali lagi. Lalu klik [Continue], klik [Run Now], dan terakhir klik [OK].
Windows akan restart dan Norton Ghost pun melakukan back-up. Kini Anda memiliki 1 CD yang merupakan image dari drive C Anda. Isi dari CD tersebut hanyalah 1 file yang berekstensi GHO. Anda tidak dapat melihat isi dari file tersebut tanpa bantuan Ghost Explorer. Dengan bantuan Ghost explorer, Anda dapat melihat file yang ada di dalam file GHO tersebut.
Bikin Start-up Disk
Kita butuh disket start-up agar hasil image berupa file GHO bisa dipakai ketika kita hendak “meng-install ulang” sistem operasi. Start-up disk itu berupa dua disket floppy 1,44 MB. Disket pertama kita sebut “disket A”, sedangkan disket kedua kita sebut dengan “disket B”.
Jalankan Norton Ghost dan klik [Ghost Utilities] > [Norton Ghost boot wizard] > [CD/DVD startup disk with ghost] > [Next] > [Use PC-DOS] > [Next] > [Next] > [Next] > [Next] > [OK]. Masukkan disket kosong untuk dijadikan CD/DVD start-up. Tekan [Start] untuk melakukan format disket, setelah itu tekan [Close].
Selanjutnya disket akan dijadikan start-up disk. Ketika konfirmasi untuk memasukkan disket kedua muncul, keluarkan disket A dan masukkan disket B. Tekan [Start] untuk melakukan format dan tekan [Close]. Tunggu sampai proses selesai, lalu tekan [Finish] untuk mengakhiri.
Kini Anda telah memiliki 2 disket startup disk. Disket ini yang akan digunakan untuk booting pertama kali. Perlu diperhatikan bahwa kedua disket itu saling berhubungan satu sama lain. Disket A tidak dapat berjalan tanpa adanya disket B, begitu pun sebaliknya. Disket B tidak dapat berjalan tanpa adanya disket A.
“Install”
Kenapa install-nya dikasih tanda petik? Itu karena sesungguhnya kita tidak meng-install sistem operasi. Tetapi, hanya menyalin sistem operasi yang pernah kita install sebelumnya.
Langkah-langkah ini dilakukan ketika kita hendak menyegarkan kembali sistem operasi. Yang kita lakukan adalah kloning dari CD ke harddisk.
Pada BIOS, aturlah agar boot dilakukan dari disket floppy. Masukkan disket A pada floppy drive. Ikuti petunjuk yang ada pada monitor, jika Anda disuruh memasukkan disket B, maka masukkan disket B. Anda diminta untuk memasukkan disket A kembali dan tekan [Enter], dan yang terakhir Anda diminta kembali untuk memasukkan disket B.
Kini Anda telah memasuki Norton Ghost.
Untuk melakukan kloning dari CD ke harddisk, pilih [Local] > [Partition] > [from image]. Arahkan pada CD-ROM yang berisi file GHO, lalu tekan [Open]. Pada “Select source partition from image file”, klik [OK]. Lalu pada “Select local destination drive by clicking on the drive number”, klik [OK]. Pilih drive yang akan dikloning, pilih drive C, tekan [OK] dan tekan [Yes].
Kloning akan berjalan sampai mencapai 100 persen. Tekan [Reset computer] untuk restart. Keluarkan disket dari floppy drive dan aturlah pada BIOS Anda agar melakukan booting pertama dari hard disk
Posted by Arif Purnama On 10.19.00 No comments READ FULL POST
Seperti yang kita tahu, proses instalasi windows adalah kegiatan yang membosankan dan memboroskan waktu. Tapi walau bagaimanapun instal ulang windows harus kita lakukan karena berbagai macam alasan, misalnya, komputer menjadi lambat karena terserang virus atau terlalu seringnya kita mencoba software baru atau trial atau bahkan karena satu dan lain hal, komputer kita tidak jalan karena windowsnya error.
Mungkin hal itu tidak terlalu jadi masalah kalau memang waktu kita sedang longgar, tapi kalau kerjaan lagi numpuk dan deadline sudah didepan mata, waaah.. bisa jadi cerita horror tuh.. Mending kalo yang main horornya si sexy Julia Perez a.k.a. Jupe yang lagi rame dengan foto panasnya bersama Gaston Castano..
Hehehe.. Kok jadi ikutan ngegossip shi..
Okey, kembali ke laptop..
Kali ini, Babeh akan mencoba berbagi sedikit trik jadul cara cepat install windows atau lebih tepatnya “cara cepat install ulang windows” yang masih sering Babeh pakai sejak masa jayanya Windows 98 dulu, siapa tahu masih ada gunanya.. Hehe..
Sebelumnya, kita perlu melakukan langkah-langkah persiapan sebagai berikut:
  1. Install Windows lengkap dengan driver dan software-software yang sering digunakan atau gunakan Windows yang sudah terinstall di komputer anda. Jangan lupa, optimasi dulu instalasi windows tersebut dan pastikan bebas virus agar kita punya backup windows yang bener-bener optimal dan siap kerja.
  2. Siapkan Bootable CD atau Disket DOS.
  3. Siapkan software clonning harddisk, misalnya, norton ghost (lebih baik yang versi lama, versi 11 atau yang lebih lama).
Langkah-langkah backup windows:
  1. Lakukan booting ke DOS
  2. Jalankan software norton ghost
  3. Pilih local > partition > To Image
  4. Pilih Source Drive lalu klik OK
  5. Pilih Source Partition (partisi windows yang akan kita backup) lalu klik OK
  6. Pilih Partisi yang akan kita gunakan untuk menyimpan file backup kita, ketikkan nama file backup kita, lalu klik Save.
  7. Setelah itu akan muncul kotak konfirmasi yang menanyakan apakah kita akan mengkompress file backup kita ataukah tidak. Pilih No jika memang kapasitas hardisk kita masih cukup banyak atau pilih fast atau high untuk menghemat kapasitas hardisk kita.
Tunggu proses backup tersebut sampai selesai, biasanya sekitar 5-10 menit, tergantung kecepatan hardisk dan besarnya file yang ada di partisi windows yang kita backup.
Langkah-langkah me-restore windows dari backup yang kita buat:
  1. Booting lewat DOS
  2. Jalankan norton ghost
  3. Pilih local > partition > From Image
  4. Pilih File Image atau Backup yang telah kita buat tadi.
  5. Pilih Source Partition lalu klik OK
  6. Pilih Destination Drive (Drive Tujuan) lalu klik OK
  7. Pilih Destination Partition (partisi tujuan tempat kita akan merestore backup kita tsb) lalu klik OK
  8. Selanjutnya akan muncul kotak konfirmasi apakah kita akan melanjutkan proses restorasi tsb. Pastikan langkah anda benar karena partisi tujuan akan terhapus dan isinya akan digantikan dengan backup yang kita buat tadi. Kalau sudah yakin, klik Yes dan tunggu hingga prosesnya selesai.
Taaa..daa.. dalam waktu 5-10 menit, windows kita yang fresh dan optimal sudah siap digunakan lagi.
Mudah bukaan?
Kalau masih ada yang bingung, Babeh udah siapin tutorial bergambar a.k.a versi komik-nya biar mudah dipahami. Silakan diunduh disini.
catatan:
Langkah restorasi diatas tidak harus anda lakukan sekarang tapi tidak ada salahnya dicoba untuk memastikan apakah backup anda sudah sempurna. Untuk lebih amannya, anda bisa mencoba me-restore backup anda pada primary partition yang lain
Posted by Arif Purnama On 10.10.00 No comments READ FULL POST

Proses instalasi sistem operasi seringkali menjadi hal yang sangat menjemukan.

hiren-norton-ghost Terutama apabila Anda termasuk orang yang risih jika instalasi OS Anda tidak stabil atau lemot. Saya dulu pernah termasuk dalam ‘golongan’ ini, dalam seminggu saya bisa install windows 2 hingga 3 kali karena beberapa instalasi game 3D yang saya mainkan sudah tamat dan harus diganti dengan yang baru :P
Selain karena memang ‘hobi’, terkadang Windows mengalami masalah yang tak terduga seperti serangan virus, missing file atau instalasi error. Ini bisa membuat makin sering kita ‘bermain’ dengan CD instalasi Windows. Repotnya, jika kita ga bisa berlama-lama buang-buang waktu hanya untuk install Windows plus aplikasi seabreg. Belum lagi aktivasinya.. ribet kan! Nah, daripada kita alami hal ini saya akan paparkan langkah antisipasi yang bisa Anda praktekkan. Bagi yang sudah tahu, maap kalo ada siaran ulang ya..

Untuk melakukan praktek, kita perlu program Cloning Tool. Sebenarnya banyak sekali program semacam ini yang beredar di pasaran, diantaranya Symantec/Powerquest Disk ImageRoxio GoBackWindows System Restore, dll. Nah, kali ini kita akan ‘bermain’ dengan Program Norton Ghost 11.5 yang dapat Anda temukan dalam CD Hiren’s Boot CD 9.8. Bagi yang belum punya Hiren’s Boot CD Versi terbaru,silakan dapatkan di sini.
Norton Ghost menyediakan fungsi backup dan restore dengan mudah. Dengan bantuan Hiren’s Boot CD, Anda bisa melakukan prose backup dan restore instalasi Sistem Operasi Anda dengan mudah, praktis dan cepat. Ya, nggak secepat kilat dalam arti sebenarnya sih.. Tapi jauh lebih cepat daripada jika Anda harus menginstall Windows dari awal berikut program yang akan Anda gunakan.
Sebelumnya, persiapkan perlengkapan yang dibutuhkan sebagai berikut:
  • Komputer atau Notebook target yang dilengkapi drive CD/DVD untuk menjalankan Hiren’s Boot CD. Saya sarankan minimal terdapat 2 partisi, sistem C:/ atau drive yang berisi instalasi Windows dan partisi lain untuk menyimpan image
  • CD Hiren’s Boot CD 9.8 berisi Norton Ghost 11.5 atau Hiren’s Boot USB Flashdisk
  • Flashdisk/keping DVD untuk menyimpan backup file image (Optional)
Prinsip kerja
Pada dasarnya, ada dua langkah yang Anda lakukan
  1. Membuat backup Data Partisi PC yang berisi Sistem Operasi Windows ke dalam File Image . File ini berisi rekaman komplit file sistem operasi Anda berikut program yang telah ter-install didalamnya. File ini harus disimpan di partisi selain partisi Windows itu sendiri. Misalnya Anda punya C:/ yang bersi instalasi Windows, Anda harus menyimpan file image di partisi selain C:/. Itulah mengapa di atas saya menyarankan minimal ada 2 partisi.
    Perlu saya tekankan bahwa, langkah ini mutlak diperlukan jika Anda ingin bisa melakukan langkah restorasi/pemulihan sistem dengan cepat. Dengan kata lain, tanpa adanya file Image Anda tidak bisa melakukan restorasi Windows.
  2. Restorasi Windows. Jika terjadi sesuatu, anda bisa memanggil file backup yang telah Anda buat sebelumnya untuk memulihkan instalasi Windows persis seperti saat file image dibuat.
Langkah Pertama, Membuat File Image.
  1. Masukkan Hiren’s Boot Flashdisk USB atau Hiren’s Boot CD sesuai dengan preferensi Anda.
  2. Nyalakan komputer, masuk ke BIOS dengan menekan DEL/F2/F8/F12 sesuai dengan BIOS PC Anda.
  3. Masuk ke Bagian Boot Sequence/Urutan Booting. Pastikan media yang Anda gunakan menempati urutan pertama booting. Misalnya: Anda memilih menggunakan CD Hiren’s, pastikan CDROM berada pada posisi booting pertama.
  4. Pada menu Booting Hiren’s, pilih ‘Start Boot CD’
  5. Pada Menu Utama Hiren’s, Pilih [2.] Backup Tool > [2.] Norton Ghost 11.5 > [8.]Ghost (Normal). Tunggu beberapa saat hingga program Norton Ghost berjalan. Klik [OK]
    hiren-norton-ghost1
  6. Pilih Menu > Local Partition To Image untuk menyimpan partisi ke dalam sebuah file image.
    hiren-norton-ghost2
  7. Pilih Harddisk Fisik yang akan di backup. Biasanya Windows ada pada Local (1) seperti pada contoh, [OK].
    hiren-norton-ghost3
  8. Pilih Partisi Harddisk yang akan di backup. Biasanya Windows ada pada Primary Drive seperti pada contoh, [OK]. Perhatikan atribut lainnya seperti File System (NTFS/FAT32), Label, Ukuran dsb. Pastikan Anda memilih drive yang tepat.
    hiren-norton-ghost3
  9. Tentukan Partisi Harddisk mana yang akan digunakan untuk menyimpan file backup image. Beri nama pada file, misalnya Backup_1 kemudian klik [SAVE]. Perhatikan bahwa harddisk ditulis dalam urutan seperti berikut; D:1.2:[DATA] FAT, artinya adalah:
    D: = Drive D:
    1.2: = merupakan Harddisk Fisik Pertama Partisi Kedua
    [DATA] = label DATA
    FAT =  File System FAT32
    hiren-norton-ghost5
  10. Selanjutnya akan muncul dialog kompresi Image File, pilih salah satu berdasarkan keterangan berikut:
    No = Pilih ini jika Anda tidak ingin mengubah file image dari ukuran file windows sebenarnya
    FAST = Pilihan kompresi cepat, hasilnya kurang lebih 30% dari ukuran file sebenarnya
    HIGH = Pilihan kompresi tingi, hasilnya bisa sampai 60% dari ukuran file asli meski prosesnya akan sedikit lebih lambat.
    Saya anjurkan Anda memilih pilihan ini untuk menghemat space harddisk. Toh Norton Ghost tidak mengubah isi file image, hanya ukuran filenya saja yang dipadatkan. Persis seperti yang dilakukan oleh WinZIP ato WinRAR.
    hiren-norton-ghost6
  11. Ketika muncul dialog box ‘Procesed with partition image creation?’ Pilih [YES]
    hiren-norton-ghost7
  12. Tunggu beberapa saat hingga proses selesai dan muncul Image Box ‘Image Creation Completed Successfully’, klik [Continue]. Klik [Quit] untuk keluar Program.
Sampai di sini Anda sudah punya satu file image dari sistem operasi Anda yang sewaktu-waktu bisa dipanggil kembali untuk melakukan restorasi. Anda bisa menggunakan Flashdisk atau Media DVD untuk menyimpan file Image ini, hanya untuk berjaga-jaga.
Nah, suatu saat jika ada masalah dengan Windows, Anda tinggal melakukan langkah restorasi berikut ini.
Langkah Kedua, Restore Windows dari Backup File Image
  1. Boot dari Hiren’s Boot CD atau Hiren’s Boot USB Flashdisk
  2. Pada menu Booting Hiren’s, pilih ‘Start Boot CD’
  3. Pada Menu Utama Hiren’s, Pilih [2.] Backup Tool > [2.] Norton Ghost 11.5 [8.]Ghost (Normal). Tunggu beberapa saat hingga program Norton Ghost berjalan. Klik [OK].
  4. Pilih Menu > Local Partition From Image untuk me-restore partisi dari file image yang tadi telah kita buat.
    hiren-norton-ghost8
  5. Temukan file Image dengan ekstensi .GHO pada drive penyimpanan Anda. Pilih, dan akhiri dengan Open.
    hiren-norton-ghost9
  6. Pilih Partisi sumber/Source file image kemudian klik [OK]
    hiren-norton-ghost10
  7. Pilih Harddisk fisik tujuan/Destination Restorasi Windows, [OK]
    hiren-norton-ghost11
  8. Pilih Partisi Harddisk tujuan/Destination Restorasi. Pilih Primary [OK]
    hiren-norton-ghost12
  9. Ketika Muncul Dialog Box ‘Prosses With Partition Restore?’ klik [Yes]
  10. Tunggu hingga selesai 100%
  11. Klik [Reset Computer] untuk me-restart Komputer.
Posted by Arif Purnama On 10.08.00 No comments READ FULL POST

Masalah pada driver merupakan masalah yang tidak akan pernah berakhir pada operating system windows, baik itu windows lama seperti windows 95 atau widows yang terbaru seperti windows 7. Seringkali sebuah desktop PC atau notebook tidak memiliki cadangan driver baik itu pada CD/DVD atau pada hard disk pada perangkat tersebut.

Ada kalanya, anda ingin menginstall ulang sebuah perangkat komputer atau notebook tapi tidak memiliki driver dari komputer tersebut. Jika masalah itu yang muncul, anda bisa melakukan backup driver terlebih dahulu saat system masih berjalan yang kemudian digunakan untuk meng-install driver setelah melakukan install operating system windows.
Nama software yang diguanakan adalah DriverMax, sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk mem-backup driver pada windows. Software DriverMax ini juga  dapat digunakan sebagai tool untuk mengambil driver dari operating system yang sedang berjalan dan kemudian meng-install-nya pada komputer lain yang memiliki hardware yang sama.
Sederhananya, DriverMax dapat mengambil master/source driver dari operating system windows yang sudah berjalan!
(Meskipun tidak selalu berhasil) DriverMax dapat digunakan untuk meng-ekspor driver dari versi windows yang berbeda. Misalnya, mengambil driver pada windows XP dan digunakan pada windows 7 atau sebaliknya. Dan jangan lupa, aplikasi ini dapat berjalan pada hampir semua versi windows baik itu windows32 bit atau windows 64 bit.
Okey, sekarang waktunya praktek backup driver menggunakan DriverMax!
Pertama, download DriverMax dari official website-nya dan lanjutkan dengan meng-install driver di operating system windows yang anda pakai.
Backup Driver di Windows Menggunakan DriverMax Image
Jika perangkat komputer yang anda pakai terkoneksi ke internet, DriverMax akan melakukan sedikit “scanning” official website-nya dan akan memakan waktu selama tidak lebih dari 5 menit. Jangan khawatir dengan proses ini karena program ini bukan spyware atau malware yang menginfeksi komputer yang anda pakai.
Backup Driver di Windows Menggunakan DriverMax Image
Jalankan software DriverMax yang telah anda install.
Backup Driver di Windows Menggunakan DriverMax Image
Pilih driver yang akan di backup. Klik Select All jika ingin melakukan backup pada semua driver dan lanjutkan dengan menekan tombol Next.
Backup Driver di Windows Menggunakan DriverMax Image
Pilih dimana file backup driver akan disimpan. Anda juga dapat memilih untuk menyimpan file driver dalam bentuk ZIP jika mau. Lanjutkan dengan menekan tombol Next.
Backup Driver di Windows Menggunakan DriverMax Image
Proses backup oleh DriverMax akan memakan beberapa waktu untuk meng-copy driver dari hardware pada desktop PC atau notebook anda.
Backup Driver di Windows Menggunakan DriverMax Image
Jika semua selesai, klik tombol Close dan lihat, driver telah ter-backup pada folder tempat anda menyimpan driver.
Backup Driver di Windows Menggunakan DriverMax Image
Sekarang, desktop PC atau notebook anda siap di-install ulang tanpa perlu khawatir perangkat hardware tidak dapat bekerja karena tidak ada driver. File driver tadi juga dapat digunakan pada komputer yang lain jika memiliki hardware yang sama


Posted by Arif Purnama On 10.01.00 No comments READ FULL POST
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube