Minggu, 04 Maret 2012

Mendeteksi Kerusakan Hardisk

Hardisk yang kita kenal merupakan komponen amat vital buat PC anda. Apalagi fungsinya buat menampung seluruh software maupun data-data yang anda simpan. Lalu, bagaimana jadinya jikatiba-tiba perangkat yang satu ini tidak mau bekerja, se,entara data-data yang ada didalamnya sangan penting buat anda.
Beberapa langkah bisa anda lakukan agar hardisk tadi bisa bekerja kembali. Memang tidak bissa menjamin hardisk anda bisa sehat kembali. Namun deteksi secara dini yang dilakukan ini mudah-mudahan bisa mencegah kerugian lebih lanjut.
Berikut adalah langkah demi langkah untuk mendeteksi hardisk yang sedang rewel.
1.    Memeriksa kabel-kabel penghubung
Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah melakukan pemeriksaan koneksi yang menghubungkan hardisk dengan komponen yang lain. Ini penting untuk mengetahui apakah kerusakan yang terjadi memang berasal dari koneksi kabel yang tidak tepat atau rusak. Untuk itu, yang harus dilakukan adalah memeriksa kabel konektor utnuk tegangan. Pastikan kabel konektor tersebut masih bekerja secara maksimal. Apabila anda ragu, anda bisa menukar dengn kabel power konektor yang lain. Selanjutnya periksa apakah kabel data sudah terpasang pada port yang sesuai. Lalu periksa jalur-jalur pada kabel, apakah ada yang terputus atau tidak. Kalau semua konektor-konektor ini anda rasa tidak ada yang rusak, berarti kerusakan bukan pada bagian ini.
2.    Pendeteksian pada BIOS
Langkah selanjutnya yang dilakukan adalah masuk pada BIOS. Pastikan hardisk yang anda pasang memagn masih terdeteksi pada BIOS. Apabila tidak, anda bisa memaksa sistem melakukan pendeteksian. Caranya dengan mengatur setting untuk hardisk agar sistem melakukan pendeteksian. Pada sebagian tipe BIOS, untuk melakukan ini anda bisa menggunakan fiturAutodeteck agar hardisk bisa terbaca oleh sistem. Setelah terbaca, anda bisa keluar dari BIOS dan mengecek apakah hardisk sudah bekerja lagi seperti biasa. Jangan lupa juga untuk mengatur setting jumper pada bagian belakang hardisk untuk status hardisk tersebut pada sistem.
3.    Menggunakan fitur SMART
Fasilitas ini sudah ada pada sebagian besar BIOS saat ini. Pada penggunaan standar, fitur ini biasanya dimatikan agar proses booting bisa lebih cepat. Namun, apabila anda sedikit ragu akan keadaan hardisk anda, fitur ini secara dini bisa mendeteksi apakah hardiak mengalami gangguan atau tidak. Yang perlu anda lakukan untuk menjalankan fitur ini adalah masuk ke BIOS dan memilih pilihan enable. Ketika fitur ini diaktifkan, sistem akan mendeteksi apakah hardisk anda benar-benar rusak.
4.    Menggunakan Norton Disk Doctor
Penggunaan software ini bisa dilakukan dua cara yaitu melalui DOS atau juga melalui windows. Ketika sistem sama sekali tidak mampu melakukan pendeteksian terhadap hardisk yang terpasang, anda bisa menggunakan disket atau CD yang bootable dan memilih Norton Disk Doctor yang bekerja dibawah sistem DOS. Lakukan pemeriksaan melalui proses scanning utuh. Kalau hardisk anda masih bisa terselamatkan, Norton Disk Doctor akan melakukan auto recovery untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi.
5.    Menggunakan Zero Fill Drive
Apabila kerusakan pada hardisk ternyata belum juga dapat diperbaiki dengan Norton Disk Doctor, menggunakan disk manager dari hardisk mungkin bisa menjadi solusinya. Salah satunya adalah menggunakan fitur zero fill drive, alias mengosongkan hardisk sama sekali. Ini dilakukan untuk mengatasi kerusakan yang mungkin diakibatkan oleh penumpukan software. Dengan fitur ini hardisk benar-benar kosong tanpa sisa.
Setelah itu, anda bisa melakukan format penuh untuk mengetahui secara pasti, apakah kerusakan yang terjadi pada hardisk hanya bersifat hardware, berarti hardisk memang harus diganti.
Itulah langkah-langkah yang ditempuh buat mendeteksi kerusakan hardisk. Cara ini memang tak selalu berhasil, tergantung tingakat kerusakan masing-masing hardisk. Namun, kalau kerusakannya tidaklah terlalu berat, niscaya langkah-langkah di atas dapat memperbaiki hardisk yang rewel
Reaksi:
Posted by Arif Purnama On 08.53.00 No comments

0 komentar:

Posting Komentar

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube